Saturday, June 2, 2012

Sejarah Desa Tangkolo


Tangkolo. Pada abad ke-18 di pinggir sungai Cijolang tumbuh sebatang pohon kayu yang besar dan tinggi serta kokoh berdiri tegak dan pohon besar ini oleh masyarakat setempat disebut pohon Kitangkolo. Berdasarkan keterangan yang bersumber dari para sesepuh leluhur pendahulu kita istilah Tangkolo diambil dari nama pohon Kitangkolo itu.

Friday, June 1, 2012

Tangkolo Moment

Tangkolo Kampung Istimewa Tangkolo sebuah desa yang terletak di kecamatan Subang kabupaten Kuningan Jawa Barat sama seperti daerah lainnya di Indonesia setiap tanggal 17 Agustus merayakan hari Kemerdekaan Indonesia.

Tuesday, May 29, 2012

Tangkolo sebagai Dominasi Pelunas PBB Tercepat

Kecamatan Pinggirran yang nota bene jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Kuningan ternyata tidak merasa terpinggirkan dalam hal pelunasan PBB, Kecamatan yang berada di sebelah selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ciamis dan Cilacap Jawa Tengah itu menjadi yang tercepat dalam pelunasan PBB tingkat Kecamatan yang ada di Kabupaten Kuningan.

SDN Tangkolo 1 sebagai Juara 1

Grand Final Lomba Inovasi Pembelajaran Alat Peraga (LIPAP) I yang berlangsung di aula SMPN 1 Kuningan secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kuningan Drs. H. Momon Rochmana, MM pada hari

Tangkolo Mempunyai Jembatan Megah


Tangkolo sebuah desa yang berada di kawasan Subang sebagi kacamatannya dan Kuningan sebagai kabupatennya.

Sunday, May 27, 2012

Asal Mula Calung

Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan mepukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih). Pengertian calung selain sebagai alat musik juga melekat dengan sebutan seni pertunjukan. Ada dua bentuk calung Sunda yang dikenal, yakni calung rantay dan calung jinjing.

Sejarah Kota Cianjur

Cikal bakal Cianjur berasal dari perpindahan rakyat dari Sagaraherang Subang.
 Daerah ini pernah dijadikan sebagai pusat kekuasaan dan pusat penyebaran Islam yang dipimpin oleh Aria Wangsagoparana. Ia mempunyai 8 orang anak dengan anak tertuanya bernama Jayasasana yang meneruskan ayahnya sebagai penguasa Cianjur.